Mitos Membuat Website Dan Faktanya Yang Wajib Diketahui

Mitos Membuat Website

Di era digital sekarang ini, website merupakan suatu hal yang seakan wajib dimiliki. Kegunaannya bisa untuk branding personal, perusahaan, maupun meningkatkan penjualan suatu usaha. Namun, sayangnya banyak beredar soal mitos membuat website seakan-akan pembuatannya sangat sulit dan mahal. Hal itu yang kerap kali menjadi penghambat pembuatan website.

Dengan beredarnya mitos soal pembuatan website, tidak sedikit orang yang merugi karenanya. Oleh karena itu, dibutuhkan fakta yang harus meluruskan mitos tersebut agar banyak orang membuat website untuk kepentingan masing-masing. Yuk, simak 5 mitos soal pembuatan website yang seharusnya diketahui berikut ini:

1. Mitos Pertama: Membuat Website Membutuhkan Biaya Yang Besar

Banyak orang yang masih percaya bahwa membuat website termasuk barang mahal. Membutuhkan biaya yang besar untuk membuat website, baik untuk kebutuhan website pribadi, perusahaan tertentu, maupun usaha atau bisnis. Namun, di jaman yang serba modern sekarang ini, membuat website bisa gratis atau sama sekali tidak dipungut biaya apapun.

Banyak platform website gratis, seperti Blogger, WordPress, Wix, dan lain sebagainya. Namun, tentu saja platform tersebut belum termasuk domain dan hanya menggunakan hosting dari platform website tersebut. Oleh karena itu, modal yang dikeluarkan hanya domain dan hosting, yang kini harganya sangat terjangkau, sama seperti satu porsi nasi bungkus. Murah, bukan?

2. Mitos Kedua: Membuat Website Harus Bisa Programming

Mitos membuat website yang kedua yaitu, harus mempunyai skill pemrograman. Tentu saja, itu hanya mitos belaka karena faktanya, kini untuk membuat website tidak harus menguasai atau memiliki kemampuan programming. Terdapat banyak platform dan CMS yang dapat digunakan untuk membuat website tanpa memiliki kemampuan pemrograman.

Salah satu CMS yang dapat digunakan khususnya bagi orang awam akan pemrograman adalah WordPress. Melalui WordPress, website yang dihasilkan tidak membutuhkan coding. Pasalnya, WordPress telah memiliki beragam template yang dapat dipilih sesuai kebutuhan dan selera. Selain itu juga bisa ditambahkan Plugin untuk menambah kemampuannya, seperti menjadikannya website e-commerce.

3. Mitos Ketiga: Membuat Website itu Sulit

Kini, banyak orang tertarik untuk membuat website namun image bahwa membuat website itu sulit sangat lekat. Hal tersebut membuat kebanyakan orang enggan membuat website. Padahal, di era maju seperti sekarang ini, membuat website semudah bermain media sosial. Banyak platform dan CMS yang memudahkan penggunanya, bahkan pengguna awam untuk membuat website.

Sebagai contoh, platform yang digemari sekarang ini adalah WordPress. Pasalnya, platform ini memiliki banyak template yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Pengguna hanya tinggal memilih template yang diinginkan tanpa harus membuat website dari awal. Jadi, mitos membuat website itu sulit pasti sudah terbantahkan, ya?

4. Mitos Keempat: Website Tidak Dibutuhkan Oleh Usaha Kecil

Di era digital seperti sekarang ini, orang-orang berlomba membuat website, baik untuk branding personal maupun untuk keperluan bisnis. Oleh karena itu, hanya mitos yang bisa mengatakan bahwa usaha kecil tidak membutuhkan website. Padahal, website penting untuk sarana pemasaran serta memperluas jangkauan branding suatu usaha.

Meskipun usaha kecil, namun membuat website tetaplah menguntungkan. Pelanggan dapat langsung menjajal produk yang ditawarkan melalui website resmi tanpa datang langsung ke toko. Pasalnya, website juga dapat sebagai kantor digital dari suatu usaha. Dengan memiliki website, pelanggan dapat menilai bahwa usaha tersebut bersifat profesional.

5. Mitos Kelima: Membuat Website Harus Memiliki Desain Flash

Untuk menjaring perhatian pengunjung website, tentunya dibutuhkan desain website yang menarik. Salah satu kunci keberhasilannya yaitu menyisipkan gambar atau foto yang bagus dan menarik pada suatu website. Desain flash salah satu trick yang terkadang dibuat untuk membuat website menjadi menarik. Namun apakah desain ini cukup efektif untuk menjaring pengunjung?

Faktanya, desain flash pada website tidak selalu mampu menjaring pengunjung website untuk betah berlama-lama berkunjung di suatu website. Pasalnya, desain flash kerap kali malah memiliki efek distraksi yang dapat membuyarkan konsentrasi pengunjung website. Selain itu, hal tersebut tentu berimbas pada menurunya image ataupun penjualan pada suatu website.

Itulah 5 mitos membuat website yang kerap kali terdengar hingga kini. Faktanya, semua mitos dapat disanggah karena sudah tidak relevan lagi saat ini. Kini, membuat website dapat jauh lebih mudah dan murah, bahkan pemula maupun tidak bermodal besar pun bisa memiliki website.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *