Inilah Jenis Plugin WordPress Yang Harus Ada di Website

Jenis Plugin Wordpress

Siapa pun kini bisa membuat website. Tidak perlu keahlian khusus seperti coding atau menjadi programmer. Ada WordPress yang bisa memudahkan semuanya. Agar website yang dibuat menjadi lebih sempurna, pasangkan plugin di dalamnya. Apa itu plugin? Ini adalah sebuah kode yang jika dimasukkan ke dalam website dapat menambahkan fungsi tertentu. Artikel ini lebih lanjut akan membahas beberapa jenis plugin WordPress.

Meski plugin sebenarnya berbentuk kode, cara memasangnya sangat mudah. Jika sudah mengakses WordPress, ada menu “Plugins” pada dashboard. Tinggal klik kemudian pilih “Add New”. Saat itu juga muncul banyak pilihan plugin, mulai dari kategori recommended hingga popular. Oleh sebab itu, perlu tau jenis plugin WordPress agar fitur yang ditambahkan benar-benar bermanfaat untuk website dan pengunjung.

Tanpa adanya plugin, WordPress hanya lah laman blog biasa. Memasangkan plugin artinya menambahkan fungsi dari website tersebut, bisa menjadi e-commerce, laman informatif, dan sebagainya. Masing-masing jenis plugin WordPress memiliki fungsi yang berbeda. Memang ada beberapa plugin yang menyuguhkan fungsi serupa. Maka dari itu supaya tidak bingung, berikut plugin utama yang harus ada di sebuah website:

1. Plugin SEO

Saat ini orang berlomba-lomba ingin berada di urutan pertama halaman pencarian Google. Salah satu usaha yang dilakukan adalah meningkatkan score SEO mereka. Ada plugin yang berfungsi untuk menganalisis artikel dari sisi SEO. Apakah mudah terdeteksi oleh Google atau belum. Contoh dari plugin SEO adalah Yoast SEO yang paling populer digunakan.

2. Plugin Media Sosial

Selain ingin mudah dideteksi oleh Google, para pemilik website atau blog ingin sekali tautannya diviralkan. Artinya, laman mereka banyak dibagikan oleh orang-orang di dunia maya. Dengan begitu tandanya website atau blog akan populer dan banyak pengunjungnya. Jika ingin lamannya terkenal, pasangkan plugin social media pada website atau blog. Plugin ini memudahkan pengunjung untuk men-share laman yang dibacanya. Contoh plugin ini adalah Social Widget, Sassy Share, dan masih banyak lagi.

3. Plugin Security

Meski hanya website atau blog pribadi, ini adalah salah satu jenis plugin WordPress yang disarankan untuk ditambahkan. Plugin security mencegah cyber-attack, seperti hacker, virus, atau malware. Jika sudah terserang salah satu dari itu, maka website atau blog bisa rusak, bahkan datanya tercuri. Maka pasang lah plugin ini, misalnya menggunakan iThemes Security, Wordfence Security, WordPress Simple Firewall, dan lainnya.

4. Plugin Backup

Selain security, keamanan lainnya yang harus ditambahkan adalah plugin backup. Ini sangat bermanfaat jika terjadi error atau ada data yang terhapus. Meski beberapa layanan web hosting sudah menawarkan fasilitas ini, ada baiknya jika backup dilakukan secara mandiri juga. Contoh dari plugin backup adalah BackWPUp dan UpdraftPlus.

5. Plugin Kecepatan Akses Website

Tidak ada yang menginginkan pengunjung websitenya pergi hanya karena loading lama. Ini bisa diantisipasi dengan menambahkan plugin kecepatan website, seperti WP Super Cache, WP Smush, W3 Total Cahce, dan sebagainya. Salah satu fungsi plugin ini adalah mengompres konten yang ada menjadi lebih kecil sehingga lebih mudah diakses oleh pengunjung.

Sebenarnya masih ada banyak jenis plugin WordPress yang perlu diketahui. Namun jika masih pemula, kelima plugin di atas wajib dipasangkan sebagai pondasi dasar. Seiring dengan berjalannya waktu, pengguna pasti mengetahui kebutuhannya. Mana plugin yang harus dipasang dan mana yang tidak. Selektif lah dalam memasang plugin karena tidak semua plugin harus ditambahkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *